Selasa, 02 Juli 2013

Hidup setelah mati

ESQ yang luar biasa


Waktu itu saya tiba-tiba diminta ikut training ESQ. Bos saya tidak bisa ikut, entah kenapa. Tentu saja saya menolak. Kalau Cuma training di sebuah hotel yang relatif dekat rumah, itu sama sekali tidak menarik. Lagipula, siapa sih yang yang butuh training pengembangan diri? Dari dulu juga sudah tahu. Buku semacam itu juga sudah banyak saya baca dan isinya “begitu-begitu” juga. Saya baru tertarik jika training – training apa saja – jika diadakan diluar kota. Jadi bisa sekalian mengajak keluarga berlibur (seperti yang biasa selama ini terjadi). Diperparah lagi waktu trainingnya adalah jumat, sabtu dan minggu. Apa tidak tahu, kalau hari minggu itu adalah waktu berkumpul dengan keluarga?
Begitulah, akhirnya saya dengan “rasa terpaksa” dan “pesimis luar biasa” datang ke tempat training dengan naik sepeda (hotelnya dekat rumah). Namanya “training ESQ Professional angkatan ke-2”. Di kota kabupaten yang boleh jadi anda belum dengar namanya.
Disana masih pagi, tapi saya lihat sudah begitu banyak mobil “pembesar” parkir dengan rapi. Saya tambah malas. Lalu mendaftar dan melihat sekilas ruangan besar yang sudah disulap menjadi berkarpet. “Lho, trainingnya duduk dilantai?”, saya makin tambah tidak suka. Satu-satunya yang menarik adalah kumpulan sound system dan layar lebar (lumayanlah, sekali-kali lihat bioskop yang nota bene tidak ada di kota sini. Apalagi memang dasarnya saya hobby nonton film). Dan training-pun dimulai…
Hari pertama tidak terlalu berkesan apa-apa. Kalau “Cuma” teori seperti itu, saya dari dulu sudah tahu.
Hari kedua, saya katakan ke teman saya (kami berenam dikirim dari kantor), “rasanya air mata ini habis sudah” dan kami kembali saling berpelukan.
Hari ketiga (hari terakhir) saat istirahat akhirnya saya berkata kepada teman saya lagi, “ternyata, air mata ini tak akan pernah ada habisnya. Sungguh luar biasa…”

Jumat, 28 Juni 2013

Senangnya Pelatihan Blog di STMIK Sinar Nusantara

ayo-olahraga.blogspot.com
Add caption
Guru adalah agen pembelajaran, sehingga guru sering menasihati dan memotivasi siswa dengan pernyataan maupun peribahasa belajar sepanjang hayat atau tuntutlah ilmu mulai dalam kandungan sampai liang lahat atau carilah ilmu sampai ke negeri Cina serta mencari ilmu itu wajib merupakan dasar dan pedoman bagi kita untuk senantiasa mau belajar kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja.